Surakarta, immsolo.or.id — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Surakarta sukses menggelar kegiatan Sekolah Perkaderan #1 pada Kamis (8/10/2026) berlokasi di Gedung Radjiman Double Degree Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Mengusung semangat "Katalisator Perubahan", forum pelatihan strategis ini diselenggarakan sebagai langkah nyata untuk memperkuat sistem keorganisasian sekaligus merumuskan arah perkaderan yang lebih relevan, transformatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman di lingkungan IMM Kota Surakarta.
Kegiatan ini menghadirkan jajaran pimpinan PC IMM Kota Surakarta lintas periode yang menyampaikan pemaparan materi komprehensif dalam dua sesi utama. Pada sesi pertama, diskusi berfokus pada penyusunan “Grand Design Perkaderan” yang disampaikan oleh Muhammad Albi Almahdy selaku Ketua Umum PC IMM Kota Surakarta Periode 2025/2026 bersama M. Abdullah Arrantisi Zain, S.T. selaku Bendahara Umum PC IMM Kota Surakarta Periode 2026/2027. Sesi ini menekankan pentingnya fondasi serta pemetaan arah perkaderan yang sistematis demi menjaga kesinambungan kepemimpinan dan mutu kaderisasi di tingkat pimpinan cabang hingga komisariat.

Memasuki sesi kedua, pembahasan berlanjut pada tema “Membangun Perkaderan Inklusif Sebagai Basis Pengembangan Kader IMM” yang dipaparkan oleh apt. Ahmad Farras Musayyaf, S.Farm. selaku Ketua Umum PC IMM Kota Surakarta Periode 2026/2027 bersama Adhista Dewi Oktavia, S.H. selaku Sekretaris Bidang Kader PC IMM Kota Surakarta Periode 2025/2026. Sesi ini menggarisbawahi urgensi pendekatan perkaderan yang humanis dan merangkul seluruh latar belakang kader, sehingga IMM mampu menjadi ruang tumbuh yang kondusif bagi pengembangan minat, bakat, serta potensi kepemimpinan mahasiswa secara optimal.
Melalui pelaksanaan Sekolah Perkaderan #1 ini, Bidang Kader PC IMM Kota Surakarta menegaskan komitmennya untuk terus memformulasikan gagasan-gagasan keilmuan dan perkaderan yang solutif. Hal ini diharapkan dapat mencetak instruktur dan pengelola perkaderan yang berintegritas, berpikiran terbuka, serta siap membawa gerak organisasi menjadi pelopor perubahan sosial yang berdampak luas bagi masyarakat.



