(JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH) JAS MERAH PC IMM KOTA SURAKARTA : #SOLOCUMASATU

Icon web Logo IMM Solo

Oleh : Agung Ahlul Wicaksana (Kader IMM Kota Surakarta)

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) merupakan organisasi otonom (ORTOM) Muhammadiyah yang bereksponen dari kalangan akademisi (mahasiswa) Islam. Dinamika sejarah sudah organisasi ini jalani, bahkan pada umur 60 tahun dimana intepretasi tersebut menandakan pula bahwa umur 60 tahun menjadi suatu refleksi paradigma suatu kematangan kader-kader IMM dalam berorganisasi dan keorganisiran dalam maganejem administrasi ikatan. Kapal Besar yang bernama IMM memiliki 34 Dewan Pimpinan Daerah (DPD), 352 Pimpinan Cabang (PC) serta 3.260 Pimpinan Komisariat (PK).

Salah satu PC tersebut, terkhusus yang berada di tataran Kota Surakarta yakni PC IMM Kota Surakarta. PC IMM Kota Surakarta merupakan salah satu cabang di Daerah Jawa Tengah (Jateng) yang memiliki 15 Komisariat diantaranya : PK IMM Al Idrisi Geografi, PK IMM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), PK IMM Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), PK IMM Avicenna Farmasi, PK IMM Ahmad Dahlan Hukum, PK IMM Mohammad Hatta Ekonomi dan Bisnis, PK IMM Averroes Teknik, PK IMM Al-Ghozali Psikologi, PK Ar-Razi Kedokteran, PK IMM Az-Zahrawi Kedokteran Gigi, PK IMM Ki Bagus Hadikoesoemo UNS, PK IMM, PK IMM Al-Fatih ITS PKU Surakarta, PK IMM Universitas Aisyiyah Surakarta, PK IMM Jendral Soedirman UNISRI dan POLTEKKES Surakarta dan PK IMM Djazman Al Kindi IAIN Surakarta –sekarang UIN Raden Mas Said Surakarta–. Namun, terkhusus PK IMM Djazman Al Kindi IAIN Surakarta menjadi komisariat yang vakum dikarenakan beberapa faktor yaitu SDM yang belum ada dan berhubungan dengan polemik berdirinya PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta yang sarat akan kepentingan dan politis. Hal tersebut yang memulai latar belakang kenapa adanya hastag #SoloCumaSatu.

Kenapa PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta menjadi polemik?

Tahun 2016 menjadi awal polemik, dimana dengan alasannya serasa dianaktirikan, ranah gerak terbatas, dan kader IAIN yang sulit akses mengikuti perkaderan di IMM menjadi alasan yang kurang begitu rasional. Selain itu juga, PC IMM AD Kota Surakarta berdiri atas ketidaksepakatan antara DPD IMM Jateng, PC IMM Kota Surakarta dan Para Kader PK IMM Djazman Al-Kindi IAIN yang mana PC IMM Kota Surakarta menghendaki untuk cukup mendirikan Koordinator Komisariat (Korkom). Pasca ketidaksepakatan tersebut, Kader-kader yang menginisasi berdirinya cabang tersebut dengan jumawa tanpa melibat PC IMM Kota Surakarta dan hanya melibatkan DPD IMM Jateng. Hal tersebut menandakan bahwa secara tata aturan dan etika berorganisasi tidaklah berjalan atas pendirian cabang tersebut.

Dampak Polemik 

Polemik yang berkepanjangan ini berdampak yang begitu terasa pada sudut pandang dari kader-kader IMM Surakarta, yakni :
1. Tidak taat aturan baku organisasi
Pemaknaan berdirinya cabang AD menjadi suatu tindakan politis yang sarat akan kepentingan, yang mana hal tersebut menjadikan wajah IMM yang terkenal akan administrasi yang tertib menjadi kacau dengan adanya cabang AD. Beberapa kepentingan diantaranya yaitu :
– Sekedar mengikuti seperti Yogyakarta untuk mengadopsi pembentukan 2 cabang dalam 1 PDM tanpa mengetahui historis, dimana Yogyakarta melakukan hal tersebut karena kampus di Yogyakarta yang begitu banyak sehingga diadakannya 2 Cabang.
– AD/ART yang sah digunakan pada Tahun 2016 ialah Tanfidz Muktamar XVI Solo karena Tanfidz Muktamar XVII Jakarta tahun 2016 tidak jadi dan memang syarat berdirinya cabang yakni minimal adanya 3 komisariat. Namun yang digarisbawahi ialah legalitas adanya suatu cabang juga harus didukung oleh surat rekomendasi dari PDM setempat (Kota Surakarta)
2. Banyak kader yang menjadi korban wacana tersebut
Pendirian cabang AD yang begitu polemik dengan adanya ikhtiar pembiasan sejarah agar yang salah menjadi benar, dan yang benar menjadi salah, sehingga yang menjadi korban ialah kader IMM yang memang belum tau akan sejarah sebenarnya yang terjadi.
3. Hubungan yang tidak baik dengan pihak yang berpolemik
Adanya cabang AD yang terus-menerus mencari eksistensial seolah-olah menjadi sayatan pada tubuh IMM Surakarta dan akhirnya mencoreng ketertiban administrasi yang ada di IMM sehingga dalam setiap agenda seperti contoh Pelantikan Cabang AD yang diadakan tanggal 28 April 2024 di Kantor DPRD Kota Surakarta menjadi pertanyaan yang sentimental yang merambat sampai ke PDM Kota Surakarta

Polemik yang hampir 8 tahun dengan adanya PC IMM Ahmad Dahlan (AD) Kota Surakarta menjadikan luka pada tubuh Kader IMM Kota Surakarta. Segala macam ikhtiar dari PC IMM AD Kota Surakarta untuk pemakluman akan eksistensial PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta tidak akan pernah terjadi. Pasalnya, PC IMM Surakarta menjadi IMM yang diakui secara sah oleh SK Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surakarta dan juga keterakuan seluruh ORTOM Daerah baik itu lingkup Kota Surakarta sampai kapanpun dan tidak ada PC IMM di Kota Surakarta yang lain. Hal tersebut disampaikan atas dasar Hasil Rapat Pleno PDM Kota Surakarta pada tahun 2016 sampai seterusnya.

Refleksi Bersama dalam Ikatan, IMM yang Berkeadaban
Semua organisasi yang didirikan pasti memiliki tujuan yang bagus, tapi mengingat daripada firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Q.S. As-Shaff ayat 4 :

Jika diintepretasikan dalam IMM, Allah mengisyaratkan bahwa jika memang ingin mewujudkan Tujuan IMM yakni “Terbentuknya Akademisi Muslim yang Berakhlak Mulia dalam rangka mencapai Tujuan Muhammadiyah”, maka IMM harus berpikir secara dewasa dan menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan satu sama lain dimana ikhtiarnya dalam ketaatan dalam administrasi organisasi. Jika dalam organisasi, adanya pemahaman dan pencerdasan administrasi menjadi suatu ikhtiar untuk menjadikan suatu pondasi yang kokoh dalam organisasi agar organisasi tersebut tidaklah mudah roboh karena memiliki dasar yang kuat untuk bergerak. 

Polemik yang berkepanjangan tersebut sudah seharusnya menjadi refleksi untuk pihakpihak terkait agar mampu melebur menjadi satu kembali sesuai dengan hasil Rapat Pleno PDM Kota Surakarta, agar menjadi kader-kader Muhammadiyah yang selalu membawa kebermanfaatan untuk umat, terkhusus bagi IMM yakni untuk mahasiswa agar dewasa menjadi problem solver.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *